BANYUMAS, (CIMED) – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banyumas bekerja sama dengan Universitas Ibnu Sina Ajibarang menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertema Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) bagi mahasiswa, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT yang dilaksanakan Badan POM sepanjang Mei 2026.
Kegiatan diikuti oleh 66 mahasiswa Program Studi S1 Farmasi dan D3 Analis Farmasi dan Makanan Universitas Ibnu Sina Ajibarang. Perwakilan Universitas Ibnu Sina Ajibarang, apt. Iva Rinia Dewi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai bahaya penyalahgunaan OOT serta dampaknya bagi kesehatan dan masa depan generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengimbau mahasiswa untuk mengikuti kegiatan dengan baik sebagai bekal dalam dunia kesehatan.
Sementara itu, sambutan Kepala BPOM di Banyumas disampaikan oleh Ketua Tim Fungsi Penindakan, Sriajiyono Nugroho. Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan OOT memerlukan komitmen dan sinergi seluruh pihak, termasuk institusi pendidikan, agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat.
Materi edukasi disampaikan oleh Rahmat Hidayat yang memaparkan bahaya penyalahgunaan OOT, mulai dari risiko ketergantungan hingga dampak kesehatan dan sosial. Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan obat sering berawal dari rasa penasaran dan pengaruh lingkungan pergaulan.
“Cita-cita hanya bisa diraih dalam keadaan sadar, bukan dalam keadaan setengah sadar,” ujar Rahmat Hidayat saat menutup sesi pemaparan materi.
Melalui kegiatan ini, BPOM di Banyumas berharap mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan dapat menjadi agen edukasi dalam mendorong penggunaan obat yang aman, rasional, dan bertanggung jawab di masyarakat. (*)



















